Minggu, 30 Januari 2011

kelompok ilmiah remaja


Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
1.PENGERTIAN
kelompok I lmiah Remaja (K I R) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan
yang menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. K arya ilmiah itu sendiri mempunyai
art i sebagai suat u karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang menurut kaidah penalaran
yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya. Sebagai suatu kegiatan
ekstrakurikuler di tingkatan SLTP, SMU, SMK , Madrasah bahkan Pondok Pesantren, K elompok I lmiah
Remaja (K I R) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin
mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
2.SEJARAH TERBENTUKNYA DI INDONESIA
K elompok I lmiah Remaja (K I R) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang
berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur
tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di I ndonesia dikenal dengan nama
Kelompok I lmiah Remaja (K I R) yang terbentuk atas inisiatif remaja I ndonesia sendiri. Diawali pada
tahun 1969, K oran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah
difasilitasi oleh LI PI dan mengalami berbagai perkembangan, RemajaYudha Club berubah menjadi
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
3.TUJUAN
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalahpengembangan sikap ilmiah,
kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode
yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk
mengembangkan diri dalam kehidupan.
4MANFAAT
K elompok I lmiah Remaja (K I R) yang dikembangkan di sekolah mempunyai berbagai manfaat bagi
siswa, guru pembibing maupun bagi sekolah, antara lain sebagai berikut.
1. Manfaat Kelompok IlmiahRemaja(KIR) bagi siswaadalah
a. Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap fenomen alam yang berhubungan dengan iptek;
b.Meningkatkan daya nalar terhadap fenomen-fenomena alam;
c.Meningkatkan data kreasi dan daya kreatif serta daya kritis;
d.Menambah wawasan terhadap iptek;
e.Meningkatkan keterampilan menguasai iptek;
f.Meningkatkan minat baca terhadap iptek;
g.Memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat dan presentasi ilmiah;
h.Mengenal car a-cara berorganisasi;
i.Sebagai wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian;
j.Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, pemberani, toleransi, kreatif, kritis, dan
skeptis;
k. Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise;
l.Membuka kesempatan untuk mendapatkan prioritas melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
. Manfaat KelompokIlmiahRemaja(KIR)bagi gurupembimbingadalah
a. Menambah wawasan i l mu penget ahuan secara l uas;
b.Menambah keterampilan membimbing kelompok ilmiah remaja;
c.Meningkatkan rasa ingin tahu terhadap iptek;
d.Meningkatkan minat baca terhadap iptek;
e.Menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah;
f.Mengenal sikap-sikap dan perkembangan pribadi-pribadi siswa lebih mendalam;
g.Meningkatkan kesejahteraan hidup.
3.Manfaat K elompok I lmiah Remaja (K I R) bagi sekolah adalah
a. Memberikan nilai tambah dan nilai unggulan kompetitif bagi sekolah;
b.Menambah keterampilan dalam mengelola dan mengembang-kan sekolah;
c.Memperluas hubungan kerja sama dengan instansi lainnya;meningkatkan situasi dan kondisi
seklah yang kondusif untuk belajar;
d.Menambah f ungsi sekolah lanjutan/ menengah sebagai tempat pengembangan riset/ penelitian.


5.MEMBENTUKKIRDISEKOLAH
Ada beberapa hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam membentuk K elompok I lmiah
Remaja (K I R) di Sekolah, diantaranya adalah waktu kegiatan K I R. K arena K elompok I lmiah Remaja
(K I R) merupakan kegiatan di luar jam pelajaran sekolah maka, kita harus cerdik dalam menentukan
waktu kegiatan, baik untuk kegiatan yang memerlukan waktu yang panjang maupun waktu yang pendek.
Setelah itu baru membentuk kelengkapan organisasi seperti kepengurusan, program kerja, pembimbing
maupun penerimaananggota, yang harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di sekolah masing-
masi ng.
6.MACAMKEGIATANKIR
K egiatan ilmu pengetahuan dan teknologi K I R pada prinsipnya harus tidak mengganggu kegiatan
akademik, dan diharapkan menuju pada profesionalisme. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh K I R
agar l ebi h bervari asi t erbent uk dal am dua skal a, yai t u skal a besar dan skal a keci l . Adapun skal a besar
adalah seperti, pertemuan ilmiah, penataran dan pelatihan serta perkemahan dan wisata ilmiah.
Sedangkan untuk skala kecil seperti, aktivitas keadminstrasian, aktivitas penerangan, pelaksanaan
penelitian, presentasi karya dan aplikasi karya.
7PENDANAANKIR DISEKOLAH
Masalah pendanaan yang kerap kali dijadikan perhatian khusus, dapat digali dengan kerja sama bersama sponsorship, dan dapat juga dianggarkan dalam Rencana Anggaran BelanjaSekolah (RABS), dari alumni/ alumna maupun persatuan orang tua siswa serta swadaya anggota melalui iuran anggota. Jadi, apabila ada komitmen yang kuat untuk menciptakan iklim ilmiah melalui kelompok ilmiah remaja, dapat dibangun kerangka yang cukup kuat secara perlahan dan pasti untuk mengatasi masalah pendanaan.
8.MEMBINAKEGIATAN MENULISB AGIREMAJA
Kegiatan menulis ilmiah merupakan suatu kegiatan yang oleh sebagian remaja diangap sulit, tetapi
bukan berarti hal tersebut tidak dapat dipelajari. Beberapa faktor yang dirasa menghambat
remaja dalam menciptakan suatu karya tulis adalah
1. Merasa diri tidak mampu untuk menulis, 2.Takut sal ah at au di sepel ekan or ang l ain, 3. Tidak berani menanggungresiko,
4. Penyakit malasmenulis,dan
5. Menutup diri dari pengalaman dan gagasan baru.
Akan tetapi semua permasalahan dalam menciptakan suatu karya tulis diatas dapat diatasi dengan
langkah sebagai berikut,
1. Mulailah mencobamenulissejak sekarang,
2. Tentukan sasaran dan batas waktu penulisan,
3. H ilangkan sikap membuat t ulisan asal jadi dan merasa cepat puas,
4. Yakinkandiri bilaAndamampumenulisseperti oranglain,
5. Janganmudahputusasajikamendapatkankritik,dan
6.Pahamilah bahwa menul i s sebagai suat u pr oses kr eat i f .
9.KURIKULUM
Perkembangan organisasi atau K elompok I lmiah Remaja dapat terus bertahan karena dipengaruhi
beberapa hal, antara lain kurikulum, kebijaksanaan sekolah, pendanaan, kerjasama dengan institusi-
institusi, dan sosialisasi hasil penelitian. K urikulum Berbasis K ompetensi (K BK ) yang kini menggantikan
K urikulum 1994 lebih berorientasi kepada peserta didik daripada guru. Meskipun begitu, K BK tetap
mengarahkan guru sebagai pengajar yang mandiri. Yang mana hal tersebut memberi dorongan dan
kesempatan guru untuk memiliki krestivitas dan fleksibilitas dalam pengajaran, sehingga mengajak
peserta didik untuk berdiskusi, kritis dan bereksplorasi sesuai dengan pengalaman hidupnya sendiri-
sendiri. Maka, kemampuan tersebut dapat menjadi modal dasar untuk mengembangkan peserta didik
dal am kegi at an-kegiatan kelompok ilmiah remaja.
10.VISI, FUNGSI , TUJUAN KOMPETENSI ORGANISASI
Visi pengajaran sains di sekolah dalam K urikulum Berbasis K ompetensi adalah mempersiapkan siswa
yang haus akan sains dan teknologi, untuk memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Adapun fungsi
dari pengajaran sains adalah menanamkan keyakinan t erhadap Tuhan Yang Mahakuasa; mengembangkan
keterampilan, sikap, dan nilai ilmiah; serta menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat.
Sedangkan tujuannya adalah agar siswa memiliki pengetahuan dan metode ilmiah; memiliki pengetahuan
dan keterampilan menerapkan prinsip sains; memiliki sikap ilmiah; memiliki keyakinan dan keteraturan
alam ciptaan-Nya dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa; serta memiliki keterampilan menggunakan
bahasa, al at dan oper asi sai ns.
K ompetensi umum sains untuk jenjang SMU adalah, mampu bersikap ilmiah, mampu menerjemahkan
perilaku alam, mampu memahami proses pembentukan ilmu dan mampu memanfaatkan sains untuk
menjelaskan prinsip sains pada produk teknologi.
Adapun lima pendekatan yang perlu diperhatikan dalam menempatkan siswa sebagai pusat perhatian utama adalah:

1. Empat Pilar Pendidikan
a.mampu memperkaya pengalaman belajarnya,
b.mampu membangun pemahaman dan pengetahuan terhadap dunia sekitar,
c.mampu membangun jati diri, dan
d.mampu memahami kemajemukan dan melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap
keanekaragaman dan perbedaan hidup.
2.Inkuiri Sains
Pendekatan inkuiri sains adalah suatu pendekatan yang sangat menentang dan melahirkan
interaksi antara yang diyakini anak sebelumnya terhadap suatu bukti baru untuk mencapai
pemahaman yang lebih baik.
3.K onstruktivisme
Pandangan K onstruktivisme menganggap semua peserta didik memiliki pengetahuan tentang
lingkungan dan gejala alam di sekitarnya.
4. Sains, Teknologi dan Masyarakat
Dengan pendekatan ini, peserta didik dikondisikan agar mau dan mampu menerapkan prinsip
sains untuk menghasilkan suatu karya teknologi sederhana yang diikuti dengan pemikiran untuk
mengatasi dampak negatif yang mungkin timbul dari munculnya produk teknologi
5. Pemecahan Masalah
a.mengidentifikasi masalah dan merencanakan penyelidikan,
b.memilih teknik, alat dan bahan,
c.mengorganisasi dan melaksanakan penyelidikan secara sistematik,
d.menginterprestasikan dan mengevaluasi pengamatan dan hasil penyelidikan, dan
e.mengevaluasi metode dan menyarankan perbaikan.

11.IMPLEMENTASI PROGRAM SAIN DI SEKOLAH
Program Science in School yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar “ melek” sains sejak awal mempunyai dua model utama yang dikembangkan, yaitu The Science in School Components yang memberikan tekanan pada kerangka kerja pengajaran dan pembelajaran efektif di bidang sains. Dan The
Science in School Strategy menekankan pada upaya mengolah kerangka kerja,bagai mana sekol ah
mengembangkan rencana aksi dan penerapan sains di sekolah dengan dasar yang dibuat dalam model
per t ama.

12.PEMAHAMAN PROSES SAINSMELALUIPENELITIAN ILMIAHREMAJA
Pemahaman sains pada remaja dapat dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatanpenelitian ilmiah.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengadaan penelitian adalah sebagai berikut :
1.Mengadakan penelusuran kepustakaan mengenai suatu pokok bahasan diikuti perangkuman
kepustakaan yang dilengkapi dengan catatan kesimpulan yang singkat.
2. Memilih suatu masalah penelitian dan menyusun suatu hipotesis.
3. Merancang sesuatu percobaan yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis, dan disusun dalam
bentuk usulan penelitian.
4. Pelaksanaan percobaan dan kesimpulan hasil percobaan.
5. Merangkum hasil percobaan dalam bentuk suatu makalah ilmiah atau lembar peraga.

13.NALURI DAN PERILAKU PENEMUAN ILMIAH
Semua temuan yang diperoleh orang sesungguhnya adalah hasil keingintahuan/ naluri penemunya berkat
kejelian mengamati dan kesigapan otak menganalisispermasalahan dalam kehidupannya. Sedangkan,
penelitian pada umumnya adalah semua usaha untuk menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan.

Dari dua unsur penelitian ilmiah tadi dapat disimpulkan bahwa, suatu kesimpulan yang salah diakibatkan
cara berpikirdengan logika yang salah, sehingga dapat ditemukan unsur perilaku ilmiah. Unsur penelitian
yang ilmiah yang ketigaadalah kaidah keteraturan yang diharapkan berlaku umum pada suatu ketika
dapat saja ditumbangkan oleh data yang berlawanan
.
14.PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA
TANTANGANMENJADI GURU PEMBIMBING
Menjadi guru pembimbing kelompok ilmiah remaja tidaklah mudah. Pembimbing kelompok ilmiah
remaja dituntut memiliki pengetahuan penelitian yang cukup memadai, metode pendampingan siswa
yang baik, tekun, kreatif, dan pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak terbatas. K arena beratnya
prasyarat untuk menjadi guru pembimbing kelompok ilmiah remaja, maka belum banyak guru-guru yang
dengan kesadaran penuh bersedia untuk menjadi pendamping peneliti remaja. Selain itu, rendahnya
penguasaan metodologi penelitian di kalangan guru SLTP, SMU dan SMK menjadi kendala utama bagi
banyak guru untuk ikut berpartisipasi dalam membina para peneliti remaja..
K arena itu, pada tahun 2002 LI PI menyediakan penghargaan untuk guru pembimbing pemenang
Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) berupa, piala, piagam dan hadiah uang pembinaan, yang
diharapkan nantinya dapat semakin menggairahkan semangat para guru untuk lebih banyak dan tekun
membimbing kelompok ilmiah remaja. Memang finansial bukan tujuan utama, akan tetapi penghargaan
terhadap perjuangan panjang untuk mencetak peneliti-peneliti remaja yang mempunyai kualifikasi
nasional bukan hal yang mudah dan cepat.

15.TANTANGAN REMAJA DALAMM EMULAI PENELITIAN
Ada tiga tantangan yang dirasa dapat menggugah semangat para remaja dalam melakukan suatu
penelitian, yaitu.
Tantangan pertama yang dihadapi para peneliti remaja adalah pemilihan dan perancangan jangkauan
penelitian, yang sering kali terlalu luas karena mencakup banyak permasalahan yang ingin dipecahkan.
Tantangan kedua sering terjadi pada teknik sampling untuk memperoleh bahan yang akan diteliti secara representatif
Tantangan ketiga bagi remaja yang melakukan penelitian adalah terbawanya perasaan subjektif/ pribadi
dalam melakukan analisis data dan dalam menentukan kesimpulan penelitian

3.Memulai Penelitian Ilmiah
Bagi Remaja
16.PERTANYAAN SEBAGAI AWAL SUATU PENELITIAN BAGI REMAJA
egiatan penelitian bagi siswa SLTP dan SMU terkesan masih sangat berat dan susah untuk
dilaksanakan. Tetapi, bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Untuk mengawalinya siswa
dapat dirangsang dengan pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan rasa keingintahuannya
terhadap sesuatu, apalagi pertanyaan-pertanyaan tersebut berhubungan dengan hobinya.
Oleh karena itu, peran guru pembimbing dirasasangat diperlukan untuk merangsang danmemancing
siswanya untuk mempertanyakan segala hal yang dialami dalam hidupnya sehari-hari. Apabila hobi siswa
sudah dipahami dengan baik, maka pertanyaan-pertanyaan untuk merangsang dan memancing siswa
didekatkan dengan imajinasi di sekitar hobinya. Sehingga besar kemungkinannya pertanyaan-per t anyaan
dan saran-saran dari guru akan mejadi masalah yang baik dan siswa akan menyambut dengan antusias
yang tinggi untuk menelitinya.
4.LANGKAHMENEMUKANPERTANYAAN YANGD APATDIJADIKAN M ASALAHPENELITIAN
K emampuan menemukan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijadikan sumber masalah untuk penelitian
marupakan salah satu kemampuan yang dituntut bagi remaja peneliti sebagai calon ilmuwan. Ada
beberapa hal yang diperlukan dalam menemukan suatu masalah pada suatu kegiatan, yaitu mengamati apakah yang seharusnya terjadi memang terjadi seperti yang dimaksud ataukah tidak; apakah terdapat pandangan, pendapat at au sikap yang berbeda t erhadap hal yang sama; dan memperkirakan apakah yang
akan timbul sebagai akibat sekiranya proses yang biasa itu diubah, ditiadakan atau diganti.
Wawasan pengetahuan luas yang dimiliki remaja dapat dijadikan sebagai dasar untuk berpikir kritis,
karena berpikir kritis merupakan langkah dasar dan pertama untuk mampu memecahkan masalah-
masalah dalam penelitian, terutama dalam mengkiritisi masalah yang akan dicarikan pemecahannya
melalui penelitian.
TANTANGAN REMAJA DALAMM EMULAI PENELITIAN
Masalah penelit ian adalah suatu persoalan yang menimbulkan kesulitan hingga menggerakkan manusia
untuk memecahkannya secara logis dan sistematis sesuai prosedur ilmiah. Adapun sumber-sumber yang
dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk memunculkan masalah penelitian adalah, tindakan sehari-hari
yang tidak disengaja atau coba-coba; pengaplikasian teori-teori yang didapat pada kegiatan belajar
mengajar; pengembangan lebih lanjut hasil penelitian orang lain; imajinasi seseorang mengenai suatu hal
tertentu; dan dimunculkannya orang lain dan cocok dengan proses berpikir diri.
K riteria untuk menetapkan tingkat kelayakan suatu maslah penelitian agar dapat dilaksanakan penelitian
oleh remaja dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut.
1. Apakah masalah ini berguna untuk dipecahkan ?
2. Apakah ada kemampuan/ kepandaian untuk pemecahan masalah itu ?
3. Apakah masalah itu sendiri manrik untuk dipecahkan ?
4. Apakah masalah ini memberikan sesuat u yang baru ?
5. Apakah untuk pemecahan masalah dapat diperoleh data yang secukupnya ?
6.Apakah masalah itu terbatas sedemikian rupa sehingga jelas batas-batasnya dan dapat dilakukan
pemecahannya ?
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tentang suatu masalah yang layak untuk diteliti di atas maka
berikut adalah kriteria untuk merumuskan masalah.

1.Apakah masalah itu telah dibatasi dalam arti kata tenaga, biaya, waktu serta kecakapan untuk
melaksanakan pemecahannya.
2. Apakah terdapat alat yang sesuai untuk pencapaian itu, misalnya tes, skala penilaian, dan sebagainya.
3. Apakah terhadap subjek masalah yang dipilih telah disusun rencana yang cukup jelas dan terurai.
4.Apakah jenis data yang akan dikumpulkan dapat dianalisis dan dipergunakan dengan ukuran
kecer mat an.
5. keterangan apakah yang diharapkan akan dihasilkan oleh penyelidik masalah tersebut ? Apakah jenis
keterangan itu berguna untuk diselidiki ?
PENYUSUNAN HIPOTESIS
Hipotesis dapat diartikan sebagai pendapat sementara yang dianggap benar sebelum dapat diuji
kebenarannya, karena itu hipotesis perlu dirumuskan secara teliti, terinci dan baik sebab bukan tidak
mungkin hipotesis yang dituliskan merupakan jawaban yang sebenarnya terhadap permasalahan
penelitian. Merumuskan hipotesis yang baik sangat berguna untuk menjelaskan masalah, petunjuk
pemilihan metodologi yang tepat dan menyusun langkah dan pembuktian penelitian.
Cirri-ciri hipotesis yang baik adalah, logis tumbuh dari atau ada hubungannya dengan lapangan ilmu
penget ahuan yang sedang dijelajahi oleh penelit i remaja; jelas, sederhana, dan t erbat as; dan dapat diuji.
K egagalan merumuskan hipot esis yang baik akan mengaburkan hasil penelitian. Hipotesis yang abstrak
bukan saja membingungkan prosedur penelitian, tetapi juga sukar diuji secara empiris (pengalaman
pengamat an).
TELAAH PUSTAKA/T INJAUAN PUSTAKA
Untuk menampilkan landasan teori dalam suatu penelitian terdapat kecenderungan peneliti remaja
mengutip sebanyak-benyaknya bahan kepustakaan, sehingga kejadian demikian dapat menimbulkan
kesan dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Tinjauan pustaka yang baik hanya merujuk bahan kepustakaan
yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Penulisannya harus mampu menuliskan kesan secara
menyeluruh terhadap apa yang selama ini sudah dikerjakan orang mengenai masalah yang hendak diteliti
kembali.
KERANGKAEKSPERIMENTAL/PERCOBAAN
Pengenalan kerangka eksperimental/ percobaan, dirasa penting untuk dipahami bagi remaja peneliti agar
dapat menjamin proses pemecahan masalah yang dapat berlangsung pada kerangka keilmiahan yang
sistematis dan logis sehingga dapat dipahami oleh semua orang. Berikut bagan proses penelitian yang logis
RANCANGAN PENELITIAN
Pemilihan suatu rancangan atau metode penelitian sangat bergantung pada jenis pertanyaan yang
terumuskan dalam rumusan masalah dan tujuan penelitiannya. Rancangan penelitian dapat dibedakan
menjadi beberapa bentuk, yaitu:
1. Penelitian Eksperimental dan K ausi-Eksperimental
Penelitian eksperimental menggunakan suatu percobaan yang dirancang secara khusus guna
membangkitkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah
penelitian. Dan penelitianeksperimental dengan penggunaan percobaan hanya mungkin dapat
dilaksanakan di laboratorium atau di lapangan yang tidak menyangkut masalah kehidupan manusia
dan sangat t epat unt uk memecahkan masal ah penelitian yang dapat diubah menjadi suatu hipotesis
yangdapat dicari jawabannya secara kuantitatif.
2. Penelitian Non-Eksperimental
Penelitian non-eksperimental adalah penelitian yang sama sekali tidak menggunakan percobaan
sehingga bersifat diskriptif. Penelitian diskriptif merupakan suatu kajian yang ingin menemukan fakta
yang kemudian disusul oleh suatu penafsiran. Kajian-kajian diskriptif dapat meliputi penelitian
rintisan atau perumusan untuk mengenali sifat suatu kejadian, sebelum diadakan penelitian
sebenarnya yang lebih mendalam. K ajian diskriptif dapat pula untuk mendapatkan gambaran tentang
cirri-ciri kelompok, golongan masyarakat atau organisasi

4.M er encanakan Pelaksanaan Penelitian Rem aja
APAKAH USULANPENELITIAN ITU?
sulan penelitian adalah sekumpulan butir pertimbangan yang dimaksudkan untuk meyakinkan
pihak lain.
APAKAH REMAJA YANGMELAKUKAN PENELITIAN PERLUMENYUSUN USULANPENELITIAN?
Tidak selalu harus menyusun usulan penelitian, tergantung sifat penelitiannya. Bila penelitiannya bersifat menemukan kesenjangan pengetahuan sangat susah untuk menyusun usulan penelitian, karena apa dan kemana arah penelitian yang akan dilakukan tidak dapat diketahui oleh si peneliti. Sedangkan penelitian yang bersifat mencari hubungan sebab akibat dapat dibuat usulan penelitiannya, karena dapat diduga apa
yang ingin diteliti dan bagaimana cara yang akan ditempuh untuk menemukan jawaban terhadap
pertanyaan penelitian.
APAKAHMANFAAT MENYUSUN USULAN PENELITIAN ?
Manf aat disusunnya penelitian adalah dapat digunakan sebagai alat membangun relasi atau kerja sama
antara remaja peneliti dengan penyandang dana, mengurus perizinan penelitian, dan peminjaman alat
sehingga mendukung penelitian agar dapat berjalan dengan baik.
BAGAIMANAM ERUMUSKANMASALAH UNTUKMEMBUAT USULANPENELITIAN REMAJA
Untuk mendapatkan rumusan permasalahan yang jelas perlu dilakukan serangkaian telaah pustaka,
observasi atau penelitian pendahuluan terlebih dahulu dalam skala kecil.
Suatu catatan praktis yang harus diperhatikan remaja dalam menyusun rumusan masalah adalah sebagai
berikut.
1.Kalimat-kalimat yang dipergunakan untuk rumusan masalah berupa kalimat Tanya yang diakhiri
dengan t anda T anya.
2.Substansi yang dimunculkan dalam kalimat harus jelas menggambarkan hubungan antara dua
variabelatau lebih yang akan dipecahkan dalam penelitian.
3.Variabel-variabel yang dimunculkan dalam rumusan masalah harus dapat terukur dengan data-data
dari proses penelitian, baik secara kuantitatif atau kualitatif.
APAKAH ISI PENELITIAN BAGI REMAJA
Setelah mengetahui def inisi, manf aat dan perumusan masalah usulan penelitian, ada baiknya remaja
peneliti mengetahui juga isi dari penyusunan usulan penelitian itu sendiri, yaitu,
1.Judul dan I dentitas Peneliti, yang ditulis dengan kalimat singkat, padat dan jelas, sehingga dapat
memberikan gambaran bagaimana penelitian itu akan dilaksanakan;
2.Abstrak/ I nt isari, adalah bagian ringkas suat u uraian yang merupakan gagasan ut ama masalah ilmiah
yang akan diuraikan;
3. Latar BelakangMasalah;
4.Perumusan Masalah;
5.Hipotesis, berisi jawaban tentatif terhadap masalah penelitian berdasarkanlogika yang kemudian
akan dibuktikan kebenarannya dengan pelaksanaan penelitian di lapangan
6.Tujuan dan Manfaat, berisi penjelasan tentang hal-hal apa saja yang akan dicapai/ dipecahkan dari
masing-masing masalah melalui proses penelitian;
7.Metodologi Penelitian, berisi uraian konsep metode penelitian yang akan digunakan;
8. PersonaliaPenelitian,berisi uraianidentitasmengenai timpeneliti;dan
9.Daf tar Pustaka.

5.BentukLaporanPenelitian/ KaryaIlmiah
Kulit/ Sampul
1.Judul.
2. Logo/ Lambang Sekolah.
3.Nama Peneliti/ Penulis.
4. NamaSekolahlengkapdenganalamat.
5. NamaKotadantahunpenyusunan
Pendahuluan
H alaman Pengesahan, berisi lembaran persetujuan yang menyatakan penelitian sudah berakhir dan
dibuktikan dengan tanda tangan pembimbing dan K epala Sekolah.
1. KataPengantar,berfungsi mengantarkan pembacakepadaisi atauuraian-uraianyangterdapat dalam
suatu hasil penelitian.
2. Daftar isi, berisi petunjuk letak setiap bagian pada halaman yang memuat/ menulisnya
3. Daftar Tabel, berisi petunjuk letak setiap tabel pada halaman mana yang memuat/ menulisnya.
4. Abstrak/ I ntisari, merupakan uraian singkat keseluruhan isi penelitian.
BAB I Pendahuluan
Pendahuluan berisi berbagai informasi tentang materi keseluruhan yang disusun secara sistematis dan
t erarah dengan pol a penal aran yang j el as. Macam i si bab pendahul uan adal ah sebagai beri kut .
1.Latar Belakang Masalah, berisi pengantar yang memaparkan pertimbangan-pertimbangan atau
pemikiran-pemikiran mengenai pentingnya suatu masalah untuk dipecahkan dalam penelitian ini.
2.Per umusan Masalah, berisi masalah-masalah penelitian yang sudah benar-benar teridentifikasi.
3. Tujuan Penelitian, berisi rincian tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian.
4. Manfaat Penelitian, berisi gambaran fungsi yang dapat diambil.
5.Hipotesis, berisi jawaban tentatif terhadap masalah penelitian berdasarkan logika yang kemudian
akan dibuktikan kebenarannya dengan pelaksanaan penelitian di lapangan.
BAB I I Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka merupakan ungkapan teori-teori yang dipilih untuk memberikan landasan yang kuat
t er h a d ap permasal ahan  penel i t i an dan mempunyai  relevansi  yang  erat dengan al t ernat i f penyelesai an
masalah yang dipilih. Tinjauan Pustaka dapat berisi hal-hal berikut.
1.Teori-teori berhubungan dengan masalah-masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian.
2. Rujukan dari hasil penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh peneliti yang terdahulu.
3.Rujukan-rujukan yang berkaitan dengan bahan dan metode penelitian.
BAB I I I M etodologi
Metodologi berisi hal-hal berikut.
1.Tempat dan waktu penelitian, bagianyang menjelaskan di mana saja lokasi penelitian dilaksanakan
dan jadwal waktu penelitian seberapa panjang.
2. Populasi dan sampel, bagian ini memberikan gambaran keluasan populasi yang seharusnya akan
dijadikan objek penelitian secara keseluruhan.
3.Variabel Penelitian, bagian ini memberikan gambaran yang jelas dan tegas mengenai pengubah
dalam penelitian.
4.Alat-alat dan Bahan-bahan Penelitian, bagian ini memberikan diskripsi seluruh alat-alat yang
digunakan dalam penelitian, termasuk spesifikasi masing-masing alat
5.Cara kerja Penelitian, bagian ini mendiskripsikan secara lengkap dan terinci setiap macam kegiatan dan setiap langkah kegiatan yang dilakukan peneliti dalam seluruh rangkaian penelitian dari awal hingga akhir penelitian.
6. Rancangan Tabulasi Data, bagian ini rancangan bentuk tabulasi data yang akandiperoleh selama
dalam penelitian.
D ata dan Pembahasan
Pembahasan data mengungkapkan berbagai penyelesaian masalah yang ditetapkan sebelumnya. Menurut
Rudestam dan N ewton, elemen-elemen yang biasanya dimuat dalam pembahasan sebagai berikut.
1. Tinjauan tentang penemuan-penemuan penting dalam penelitian;
2.Pertimbangan tentang penemuan-penemuan dalam kaitannya dengan penelitian terdahulu yang
relevan;
3. Implikasi penemuan terhadap teori yang ada pada saat ini;
4.Pemeriksaan yang hati-hati terhadap hasil yang tidak mendukung atau hanya sebagian
mendukung hipotesis;
5. Keterbatasan-keterbatasan studi yang mungkin berakibat pada kesimpulan dan generalisasi studi;
6.Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya;
7. Implikasi studi untuk praktek atau studi terapan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan pembahasan adalah sebagai berikut.
1. Analisadataharusdipaparkanterlebihdahulusebelumpembahasandituliskan.
2. Jangan mengulang atau merumuskan kembali hal-hal yang telah dikemukakan.
3.Bila terdapat kekurangan-kekurangan pada cara pengumpulan data, akui sebagai keterbatasan, dan
tidak perlu membela diri dengan nada minta maaf.
4. Rekombinasi untuk penelitian lebih lanjut harus singkat.
5.Pembahasan adalah bagian tulisan yang mengutamakan kreativitas berpikir, kemampuan berpikir
secara logis dan terf okus, serta pengembangan interprestasi.
6. Teruskan mencari dan membaca literatur terbaru yang relevan untuk dibahas dalam pembahasan.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan suatu karya ilmiah yang ringkas dan bermakna harus dirumuskan berdasarkan hasil
penelitian yang terpenting, sehingga menggambarkan hasil penelitian yang finaldan utuh.
Kesimpulan berfungsi untuk menjawab rumusan permasalahan atau berupa hasil pengujian hipotesis
yang dipaparkan dalam bab pendahuluan.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka berisi macam-macam buku yang memuat teori-teori yang digunakan sebagai dasar
untuk perumusan masalah. Penulisan daftar pustaka ada tiga sistem, yaitu sebagai berikut.
1.Si st emH arvard, yang berisi nama pengarang, tahun dalam tanda kurung, judul karangan, nama jurnal
dan nomor, serta nomor halaman.
2.Si st emV acouver, yang berisi nama pengarang, judul karangan, nama jurnal tanpa tanda kurung,
volume/ nomor, serta nomor halaman jurnal.
3.Si st emA lfabetik, yang berisi nama pengarang, judul karangan, nama jurnal, volume/ nomor dan
nomor halaman jurnal, tahun tanpa tanda kurung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar